Manfaat Pisang Untuk Penderita Tipes

Manfaat Pisang Untuk Penderita Tipes

Buah pisang memiliki nama latin musa paradisiaca ini merupakan tumbuhan terna raksasa yang memiliki daun lebar  yang beasal dari suku Musaceae. Pohon pisang bisa hidup di daratan yang memiliki iklim tropis, terutama di dataran rendah dan wilayah yang memiliki integritas curah hujan sepanjang tahun. Pohon pisang dapat menghasilkan buah secara kontinyu atau berkesinambungan karena pertumbuhan pohon pisang tidak mengenal musim tertentu untuk menghasilkan buah.

Sebenarnya bila kita cermati lebih lanjut pohon pisang itu tidak di budidayakan secara intensif. Hanya beberapa perkebunan yang terletak di luar negeri yang melakukan penanaman pohon pisang secara besar besaran. Di Indonesia sendiri penanaman pohon pisang biasanya dilakukan di pinggir-pinggir jalan pesawahan, di tepi tepi lahan perkebunan, di tepi tepi sungai,  dan sungai dan sedikit pula ada yang melakukan penanaman di pekarangan rumah.

Karena tekstur buah pisang yang halus dan mudah dicerna, sehingga buah ini sangat dianjurkan untuk penderita penyakit tipes karena mudahnya pengonsumsiannya. Telah banyak pula para dokter ahli gizi yang turt merekomendasikan buah pisang sebagai bahan makanan yang cukup baik untuk di konsumsi penderita penyakit tipes.

Manfaat Pisang Untuk Penderita Tipes

Kandungan gizi yang yang di dalam buah pisang sangat baik untuk membantu mengatasi penyakit tipes. Seperti kandungan vitamin B yang hampir mencapai 70% sangat baik untuk menggantikan sumber energi yang telah hilang akibat di gerogoti oleh penyakit ini. Selain vitamin B, vitamin B6 juga terkadung di dalam pisang yang mampu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Serta sebagai antibiotik agar terhindar dari penyakit lainnya.

Tak lupa pula kandungan kalium yang terdapat pada pisang akan bisa membantu menggantikan cairan elektrolit yang hilang akibat diare yang biasanya datang bersamaan dengan penyakit tipes ini. Apalagi buah ini sangat mudah sekali untuk ditemui dimana saja, jadi ini akan mempermudah Anda dalam mengobati penyakit tipes Anda.

Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa apabila seseorang telah terken apenyakit tipes maka ia harus di berikan anibiotik, untuk dapat menghalau bakteri Salmonella Enrica (bakteri penyebab utama penyakit tipes) yang akan masuk melalui makanan apa saja yang kita konsumsi. Termasuk juga minuman apabila ke duanya tidak terjaga kebersihannya. Sehingga kita di tuntut untuk selektif dalam memilih makanan yang akan kita makan.

Setidaknya kegiatan tesebut dapat menetralisir perkembangan penyakit tipes di Indonesia. Namun tidak semua antibiotik dapat di terima oleh tubuh, karena dapat pula menimbulkan resiko lain bagi penderta yang alergi terhadap antibiotik tertentu. Karena terdapat berbagai macam varian dari antibiotik yang sering kita gunakan untuk menjaga sistem imun kita.

Cara pengkonsumsian pisang itu sendiri tidaklah repot harus di masak ini itu. Kita hanya perlu menkonsumsi pisang secara langsung agar menjaga kadar kadar zat baik dan vitamin yang terkadung di dalam pisang tersebut. Oleh sebab itu, bagi Anda yang saat ini tengah menderita penyakit tipes. Kami sarankan untuk sebisa mungkin rutin dalam mengonsumsi buah pisang ini.

Semoga lekas sembuh..

Salah Satu Penyebab Mata Minus

Salah Satu Penyebab Mata Minus

Myopia (Istilah medis) atau yang lebih dikenal Mata minus merupakan gangguan penglihatan yang sudah tak asing lagi terjadi di masyarakat. Penyebab tersebut diakibatkan oleh adanya kesalahan bias, dimana mata sulit membiaskan cahaya dengan baik untuk melihat objek atau gambar dengan jelas dalam jarak yang cukup jauh.

Gangguan penglihatan seperti mata minus bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia, gejala ini dapat timbul pada usia dini dan dapat memburuk ketika usia remaja. Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui cara bagaiamana memelihara kesehatan mata yang baik agar terhindar dari gejala dan gangguan mata seperti mata minus.

Penyebab yang memicu mata minus:

1. Membaca

Kebiasaan membaca yang salah seperti membaca dengan posisi tidur, membaca didalam ruangan yang kurang penerangan, membaca dari jarak dekat dapat lebih memperburuk kesehatan mata.

2. Berlama-lama didepan layar kaca

Sering menatap layar kaca seperti Handphone, Televisi, Komputer atau sejenisnya akan sangat buruk untuk mata karena benda-benda tersebut memiliki sinar radiasi cukup tinggi yang berpotensi sebagai penyebab miopia atau mata minus.

3. Minimnya konsumsi makanan sehat

kurangnya asupan gizi yang sehat dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan tubuh, terutama jika banyak mengkonsumsi karbohidrat yang sangat tidak baik untuk tubuh yang juga akan berpengaruh pada ketajaman mata.

4. Jarang bertemu dengan matahari

Maksudnya tubuh jarang terkena sinar ultra violet, solusi terbaik untuk penyebab ini adalah dengan berolahraga rutin seperti misalnya jalan-jalan kecil dipagi hari.

5. Pemakaian softlens atau kaca mata secara berlebihan

Terlalu sering menggunakan softlens atau kaca mata akan berdampak buruk pada mata karena mata tidak mempunyai kesempatan untuk mencari titik fokus nya sendiri.

6. Berada di ruangan yang tidak kondusif

Banyak berada di lingkungan yang tidak kondusif tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan mata, seperti berada ditempat yang berdebu, berpolusi, berasap dll., yang dapat menyebabkan udara kotor masuk kedalam mata, jika itu sering terjadi akan sangat berpengaruh besar terhadap kesehatan mata.

Beberapa penyebab mata minus diatas merupakan hal-hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Belajarlah hidup sehat, jangan membuat masalah sendiri yang nantinya juga akan berakibat pada diri sendiri.

Faktor Penyebab Mata Katarak

Faktor Penyebab Mata Katarak

Katarak adalah suatu penyakit mata yang umum dan bisa menyerang siapa saja terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia lanjut. Tetapi, tdiak menutup kemungkinan penyakit ini juga bisa terjadi pada anak-anak muda. Karena bukan tidak mungkin akibat gaya hidup tidak sehat atau hal lain yang bisa menyebabkan orang terkena mata katarak.

Kondisi terjadi karena pada lensa mata terdapat bercak putih, sehingga akan menyebabkan pandangan penderita menjadi terganggu dan kabur. Selain itu, katarak juga bisa menyebabkan penderita menjadi kesulitan melihat dan jarak pandang menjadi tidak teratur.

Faktor Penyebab Mata Katarak

Pada umumnya kondisi ini bukan kondisi yang mematikan. Tetapi jika terus dibiarkan justru akan menyebabkan kondisi penderita semakin buruk dan bahkan bisa menimbulkan kebutaan permanen. Selain faktor uisa yang menyebabkan fleksibilitas mata menurun dan menyebabkan kondisi mata menjadi mudah terkena gangguan. Ternyata, ada beberapa faktor yang bisa memicu timbulnya mata katarak seperti :

1. Mata sering terkena paparan sinar matahari atau ultraviolet langsung tanpa penghalang. Untuk menghindarinya anda bisa menggunakan kaca mata hitam sebagai perlindungan

2. Orang yang mempunyai riwayat penyakit diabetes mempunyai resiko tinggi terkena gangguan mata termasuk katarak. Karena kadar gula yang terlalu tinggi dalam darah dapat menghambat sirkulasi darah menuju syaraf mata. Sehingga mata akan lebih mudah terkena gangguan penyakit.

3. Seorang penderita tekanan darah tinggi juga mempunyai resiko yang tinggi terkena gangguan mata. Karena tekanan darah yang tinggi yang sangat kuat pada bagian mata. Bahkan tekanan darah tinggi juga bisa memicu komplikasi penyakit lain seperti diabetes yang bisa menjadi penyebab katarak.

4. Obesitas atau berat badan berlebih merupakan salah satu sumber penyakit. Salah satu penyakit yang bisa dipicu oleh obesitas adalah penyakit mata seperti katarak. Tingginya lemak jahat dalam tubuh akan mengganggu sitem peredaran darah menuju otak dan syaraf mata yang akan menyebabkan timbulnya berbagaia gangguan pada mata.

5. Kebiasaan merokok juga dapat memicu terjadinya penyakit mata katarak. Hal ini terjadi karena asap yang mengandung nikotin dari hasil pembakaran rokok akan menumpuk dan mengembun di lensa mata.

6. Efek samping konsumsi obat-obatan berbahan kimia. Saat seseorang mengkonsumsi obat dengan kandungan kimia secara berlebihan, maka hal ini akan mempengaruhi fungsi lensa mata dan menambah radikal bebas yang menyebabkan gangguan pada mata.

7. Seseorang yang pernah mengalami cedera atau pernah melakukan operasi pada mata, mempunyai resiko yang lebih tinggi terkena gangguan dan penyakit mata seperti katarak. Sehingga untuk menghindarinya anda harus lebih berhati-hati dalam melakukan perawatan.